Dalam konteks tersebut, besarnya kabinet tidak seharusnya langsung dipersepsikan sebagai pemborosan atau ketidakefisienan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh unsur pemerintahan mampu bekerja dengan pembagian tugas yang jelas, saling berkoordinasi, dan menghasilkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kabinet bukan terletak pada berapa banyak kursi yang tersedia, melainkan pada seberapa efektif seluruh orang di dalamnya bekerja. Jika banyak tangan justru membuat pembangunan lebih terkoordinasi dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang luas, maka ukuran kabinet semestinya dilihat sebagai bagian dari strategi mengelola Indonesia yang besar dan kompleks.